Tulisan 10 The long and winding road
June 30, 2006
Rekan-rekan penggiat business synergy,
(1) Yang akan anda tempuh ini adalah “the long and winding road”. Jadi perlu stamina, jangan cepat bosan atau lelah.
Ada satu cara supaya semangat tetap menyala, yaitu dengan menetapkan sasaran-sasaran antara. Ada juga yang menyebut milestone.
Mendirikan badan hukum (koperasi atau PT) saja mungkin memakan waktu setahun sebelum bisa operasional, terutama kalau diperhitungkan dengan pendaftaran di DepHuHAM. Eflin menaksir 6 bulan (?), mudah-mudahan begitu. Tapi kalau benar-benar setahun, mungkin kita keburu capek karena belum melihat hasil.
Bagaimana kalau dibuat sasaran-antara seperti berikut. Ide aslinya adalah bahwa dana dari investor ditampung oleh badan hukum tersebut lalu dibagikan kepada calon debitur yang sudah disetujui aplikasinya.
Sebelum itu terwujud, bisa saja kita hanya membentuk tim penganalisa aplikasi. Kalau ada aplikasi masuk, tim ini bisa meng-endorse atau menolak. Kalau di-endors, si investor langsung menjadi pemegang saham di perusahaan aplikator. Kalau dalam setahun ini ada satu dua perusahaan yang bisa didanai, hal ini bisa jadi ajang berlatih juga bagi semua pihak. Sekaligus mematangkan konsep dan mengetest komitmen temen-temen alumni yang diharapkan jadi investor.
· merumuskan bentuk yang tepat mengenai lembaga permodalan ini, diawali dalam wadah komunitas alumni ITB (dimulai dari milis), dengan tetap memperhatikan kejelasan aspek legal, aturan perundangan yang berlaku, dan merupakan lembaga profit
· Menjalankan pilot project pembeayaan dengan mekanisme awal ada 5 juri yang terdiri dari 3 biz consultan dan 2 praktisi yang memilih pilot project/proposal bisnis/proyek
· Menyebarkan informasi dan mempromosikan adanya program sinergi bisnis kepada seluruh alumni ITB.
· Mengembangkan jaringan permodalan kepada alumni ITB yang bersedia terlibat dalam program bisnis sinergi ini.
- Beberapa bentuk lembaga yang diusulkan untuk dikaji lebih lanjut adalah :
· Kontrak Pengelolaan Dana
· Reksada
· Forum bisnis IA-ITB
- Pertemuan lanjutan akan diadakan hari Selasa 21 Maret 2006, jam 19.00 di RM. Sederhana Bendungan Hilir.
- Sekretariat sementara :
Jakarta Timur : Kantor Daun Biru Engineering, Jalan Perintis kemerdekaan Flat Pulomas Blok 15 no 102, Kayu Putih telp 47866984, fax 47881750
Jakarta Selatan : Deddy Rahman (TF90) – Tanmia Informatika
Bandung : Taka Machinery, Denni Andri, Jl Soekarno Hatta No 825 – Gede Bage, bandung telp 022-7803547, fax 022-629780
Diskusi sebelum nya :
Deni Andri (GL89)
menyampaikan misi, visi dan tujuan program ini diselenggarakan.
Berkaca dari pengalaman deni andri sebagai lulusan geologi yang nekat membeli mesin bubut, untuk mengawali usahanya.
Segala macam pahit dan getirnya usaha telah dialami, dan sekarang sedang berada pada suatu posisi ketinggian dimana bisa melihat adik2 kelasnya juga mengalami kendala yang sama ketika mengawali bisnisnya.
Bahwa diawal jalannya bisnis, salah satu kesulitan utama yang dihadapai adalah terbatasnya modal kerja. Sehingga terpikirkan untuk membentuk sebuah kerjasama bisnis, yang dapat mendukung perkembangan enterpreuner baru, juga akan makin mematangkan usaha-usaha yang sudah mulai mapan, atau dapat bersama sama tambah besar.
Kalau dimisalkan sekarang baru mampu naik gunung semeru, maka dengan bisnis synergy ini akan dapat mencapai puncak tertinggi dunia mount everest.
Pak deni menawarkan guarantie bank (giro/check) untuk jaminan modal usaha yang sedang dijalankan.
Bukan pembeayaan pada usaha yang akan start – up tapi pembeayaan diberikan kepada usaha yang sudah jalan dan akan berkembang lagi.
Rinaldi Bahri (TL74)
Bagaimana mempertemukan anak angkat dengan bapak angkat, benar2 real bisnisnya sudah ada.
Beberapa kawan pak rinaldi menyatakan berminat untuk membantu, dan bersedia menjadi investor/ melakukan kerjasama, apalagi kalau ada program yang mempertemukannya dengan pelaku bisnis (forum investor)
Krisdiani Syamsi (TI78)
Mengingatkan akan bentuk lembaganya apa, sekedar pembelajaran saja bahwa dulu mantan para pengurus dema pernah membuat ide yang sama tapi bentuknya koperasi, dikarenakan bisnis realnya tidak ketemu-ketemu jadi kemudian mati. Ada juga di angkatan 78 buat koperasi, tapi nasibnya hampir sama dengan yang tadi. “hangat-hangat tai ayam”
Saya kenal beberapa alumni yang mau inves dana dengan jumlah tertentu dan siap hilang. Tapi saya harapkan di program yang akan kita bentuk ini bener2 menjadi sebuah lembaga yang profit, dengan memiliki aturan yang jelas, dan mekanisme yang mendukung majunya program ini. Sehingga akan lebih banyak alumni yang tertarik akan program investasi ini.
Benny S. Anwar (SI84)
Beberapa kegiatan serupa juga sudah sempat digulirkan oleh alumni2 terdahulu seperti program BAHANA, bahkan sempat ada ide Reksadana ITB, namun kembali menjadi lembaga keuangan yang terikat dengan aturan2 keuangan, seperti layaknya perbank-kan yang mensyaratkan kolateral asset dst, termasuk dengan PNM. Ini kebanyakan akan sulit dipenuhi oleh enterpreuner yang memulai usahanya di garasi mobil. Oleh Karena itu idenya sangat baik, namun perlu dirumuskan dulu, bentuknya seperti apa, misal kita pilih Kontrak pengelolaan dana. Jangan sampai sekarang dengan jumlah yang kecil tidak ada masalah agency, namun ketika jumlahnya sudah significant, bisa mudah muncul masalah. Dari awal harus dimulai dengan tertata, dengan detil, kalau dari awalnya sudah amburadul, selanjutnya akan sulit menatanya.
Bagaimana disusun milestone kearah professional, ada pihak independent, ada board, ada credit risk management dst.
Dedi Rahman (TF90)
Memulai usaha dari modal yang di dapat dari angel investor perorangan, kejadian di awal coba ke perbank-kan selalu ditolak, akhirnya mengembangkan sendiri angel investor, beberapa kali pinjam-habis-pinjam lagi-habis lagi dan pinjam lagi akhirnya bisa berjalan. Setelah berjalan baik, baru lembaga2 permodalan pada nelpon nawarin dana. Kenapa tidak sejak kecil di bantu. Pada saat sudah tidak butuh modal ditawarin.
Jadi angel investor yang di dapat dari perorangan ini dikelola oleh suatu lembaga. Jadi menjadi tempat ketemunya orang yang mau inves dengan pelaku usaha. Memindahkan personal approach ke lembaga. Tidak usah satu satu orang ketemu. Jadi bahasa ringkasnya tinggal telpon sudah bisa inves, dengan tidak dipusingkan harus mengawasi dana yang di-inveskan
Tulisan 8 Undangan pertemuan pertama
June 30, 2006
Idenya adalah mengumpulkan modal dari saweran alumni-alumni ITB. Alumni yang sedang merintis usaha dan memerlukan modal dapat memanfaatkan dana yang terkumpul ini. Biasanya, dana yang diperlukan lebih banyak ketimbang yang terkumpul, sehingga diperlukan satu tim penyeleksi. Calon debitor harus meyakinkan tim penyeleksi ini, bahwa bisnisnya bagus unuk dibiayai.
Kita bisa diskusi panjang lebar mengenai berbagai aspek dari usaha penggalangan dana ini, termasuk aspek hukumnya. Kurang-kurangnya kita teliti, bisa-bisa dituduh bikin bank gelap.
Aspek lainnya adalah bagaimana membentuk tim penyeleksi yang jeli terhadap bisnis dan cukup tega untuk menolak.
dst …..
sebagai tindak lanjut akan diadakan pertemuan pertama
tanggal : Selasa 28 Februari 2006
jam 14.00 – selesai
di – Diklat Pertamina Simprug
agenda : paparan konsep dan tahapan aktualisasi dari mas deni andri (GL89)
dilanjutkan diskusi, termasuk hubungan dengan IA-ITB
konfirmasi kehadiran, ditunggu sampai dengan Senin, 27 februari 2006 jam 12.00WIB
regards,
rudy andriyana
yang udah konfirm :
1. denni andri GL89
2. Ben Wirawan (SR/DS94)
3. Krisdiani Syamsi (TI78)
4. Deddy Rahman (TF90)
5. Rinaldi Bahry (TP78)
6. Rudy Andriyana (MS94)
7. eflinms
8. sofyan danu (PN91)
9. Ayulik Trihendro (MT95)
10. Bambang Setiawan (TI74)
11. Herry S (El99)
Tulisan 7 Business Synergy dalam reminder milis IA-ITB
June 30, 2006
Dear IA-ITB,
Ide realisasi Business Game sudah mulai bergulir. Tahap pembentukan tim kerja mulai dilakukan.
Bung Denni (www.Taka.co.id) praktisi bisnis permesinan akan menjadi inisiator. Tolong dibantu ide, strategi, modal, dll.
Siap bermain bisnis real? Let’s dance together
Tulisan 6 Satu contoh kasus : model business synergy
June 30, 2006
Bulan puasa kemaren saya kedatangan teman tapi (tidak) mesra..... karena mau bicara bisnis. Ceritanya lagi ada kerjaan, tapi kurang dana, harus nyiapin duit buat thr karyawan, mau minjem, tapi gak punya apa2 lagi untuk jaminan.
Mobil + bpkb sudah 'dititip' di pegadaian. Ngalor-ngidul sana-sini sampai akhirnya saya setuju minjemin duit dengan share sekian persen, jaminan ijazah, satu-satunya yang saya bisa pegang. Deal dgn statemen 'lewat dari tanggal yang disepakati, kalo gak bayar, ijazah lu gua sobek', pinjaman dibayar tepat waktu, saya dapat share, teman tapi (tidak) mesra..... terbantu.
5 tahun nan silam...... saya pelaku hal yang persis sama dengan seorang
alumni 83. A cycle of life ?
DA