Saya bukan supir truk atau pernah jadi supir truk ! Hanya dulu waktu masih mahasiswa pernah numpang truk dari Surabaya sampai Kendal, dilanjutkan lagi dengan truk lain ke Bandung karena kehabisan biaya untuk pulang setelah pelesir ke Bali. Liburan ala mahasiswa….. Tapi entah kenapa seperti ada suara-suara yang berbisik dalam hati setiap kali melihat sebuah truk yang melaju kencang dan memaksa saya untuk melihat terus lajunya, ingin tahu muatannya, dari mana atau hendak kemana dengan menduga-duga dari pelat nomor kendaraannya sampai akhirnya truk itu hilang di ujung pelupuk mata.Saat ini setiap kali melaju di jalan tol Cikampek saya selalu berkhayal kalau saja beberapa dari ribuan truk bersileweran yang mengangkut sayur, pipa, roll baja atau semen ini punya saya. Entah berapa juta kubik barang dan entah berapa miliar rupiah transaksi dalam sehari yang terjadi untuk memindahkannya dari Timur ke Barat Pulau Jawa ini dan juga sebaliknya. Entahlah……
Khayalan saya meluas. Sayur-sayur ini diangkut dari kebun paman saya di Pangalengan. Pipa-pipa ini keluar dari kawasan industri di wilayah Pulogadung, disana tetangga saya waktu kost di Cisitu jadi manager. Roll-roll Baja ini berasal dari Cilegon, dimana menantu dari ibu kost saya punya posisi penting dan semen-semen ini dimuat tadi pagi dari daerah sekitar Narogong, dimana ayah dari sahabat mantan pacar saya saya jadi direktur.
Mungkin saya yang terhubung secara kebetulan ini bisa dengan enteng datang untuk buka pembicaraan bisnis. Mas, Bang, Om atau Pak, bolehkan sebagian dari angkutan itu diberikan ke saya ? Ada puluhan bahkan ratusan armada truk yang siaga membantu anda untuk keperluan itu.
Dan….. dengan mudahnya mereka mengatakan, saya punya kuantitas perbulan sekian sekian yang harus diangkut, berikan saya competitive price and good services.
Deal !
Di sebuah perusahaan model koperasi, sahamnya dimiliki ratusan bahkan ribuan orang yang tergabung dalam sebuah komunitas, diurus oleh orang-orang profesional yang bekualitas, deal tadi terwujud menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan kedua pihak. Ratusan orang mencari nafkah. Dan miliaran rupiah pertahun terbukukan sebagai laba bersih.
Dan saya sebagai salah seorang dari ratusan atau ribuan pemegang saham perusahaan itu, tidak akan berhenti merayu kenalan-kenalan lain supaya memakai jasa perusahaan transportasi itu. Bahkan perusahaan tempat saya bekerjapun jika memerlukan, akan saya arahkan untuk memakai jasa dari perusahaan itu. Kalau saya pindah rumah, perlu sewa truk untuk memindahkan lemari, kompor, tv dan segala tetek bengek barang rumah tanggapun akan saya upayakan memakai truk dari perusahaan itu. Dan semua pemegang saham lainnya juga melakukan hal yang sama.
Dalam waktu yang singkat, perusahaan itu tumbuh dengan pesat, menjadi perusahaan transportasi terkuat, tersebar di seluruh Nusantara dan menjadi market leader di Indonesia.
Saya hanya berkhayal…….

 

Denni Andri

Leave a Reply