Notulensi Meeting Business Synergy
Sabtu, 17 Juni 2006
PT. LAPI ITB (RUMAH B), Jl Ganesha 15B Bandung
Peserta yang hadir :
1. Denni Andri (GL 89)
2. Rudy Andriyana (MS94)
3. Eflin (Poltek ITB93)
4. Achmad Nuzulis Hidayat (TK95)
5. Noorsalam R. N (BI76)
6. Pamudji R. Kartohadiprodjo (GD75)
7. Suryanto (M65)
8. Muhammad Ari Mukhlason (PN99)
9. Mahshil (EL95)
10. A. Hasan Bachri (SI67)
11. Ben Wirawan (DP’94)
12. Hari Poernomo (FI86)
13. Gigih A. P (MS99)
14. Wahyu (TI96)
Resume meeting :
1. Jumlah komitmen dana sebesar Rp 203.500.000 (dua ratus tiga juta lima ratus ribu rupiah)

2. Bentuk legal formal Business Synergy ditetapkan Perseroan Terbatas, dengan beberapa aturan yang akan dimasukkan ke dalam anggaran dasar perusahaan sbb :

* Visi : Menjadi Perusahaan Pembiayaan / Keuangan Non Bank untuk membantu mengembangkan wira usaha alumni ITB di bidang science, technology and art.
* Dicantumkan komitmen bahwa sebagian dari keuntungan akan dikontribusikan kepada IA-ITB
* Saham dimiliki oleh perorangan alumni ITB, dan tidak dapat di wariskan. Jika alumni ITB pemegang saham meninggal atau berhalangan tetap, maka saham harus dilelang/dijual kepada alumni ITB yang lain (mekanismenya diatur dalam aturan kemudian)
* Kepemilikan saham perorang dibatasi tidak melebih 25% dari total saham yang ada.

3. Mekanisme penempatan saham :

* Modal dasar Rp. 4.000.000.000,- (empat miliar rupiah) dengan modal setor Rp. 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah)
* Harga tiap lembar saham Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah)
* Dikelompokkan dalam satuan lot dimana 1 lot = 400 lembar saham atau senilai Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah)
* Mekanisme pengelompokkan lot saham di bagi berdasarkan kelompok angkatan (tiap dekade-10 tahunan), sebagai langkah awal ditunjuk beberapa nama (berasal dari penggagas yang hadir) dari tiap kelompok angkatan sbb :
1. Suryanto (MS ’65)
Mewakili angkatan < 1970
2. Pamudji R. Kartohadiprodjo (GD ’75)
Mewakili angkatan 1971 – 1980
3. Denni Andri (GL ’89)
Mewakili angkatan 1981 – 1990
4. Achmad N. Hidayat (TK ’95)
Mewakili angkatan > 1990
5. …
Mewakili kelompok alumni
6. …
Mewakili kelompok alumni

* Dalam satu kelompok lot saham, tidak diperkenankan ada yang menguasai lebih dari 50% saham per lot.
* Penawaran penempatan saham ini, akan ditawarkan secara terbuka melalui milis IA-ITB, dan akan ditutup pada tanggal 17 Juli 2006

4. Penjajakan kerjasama dengan lembaga keuangan lain, seperti BNI’46 segera dapat dilakukan, sejalan dengan persiapan pendirian Perseroan Terbatas.
Diharapkan segera bisa mendapatkan pemasukan usaha, jika kegiatan perusahaan sudah berjalan.
Setelah dengan BNI’46 dapat juga dikembangkan dengan Lembaga Keuangan lain seperti Bank Mandiri, Bank Niaga atau PKBL jabar.

5. Rangkuman data perusahaan sbb :

a. Nama Perusahaan
(alternatif nama sesuai urutan prioritas)
1. PT. Business Synergy
2. PT. Business Synergy Multifinance
3. PT. Business Synergy Investment

b. Domisili Perusahaan Bandung

c. Nama Pendiri
Denni Andri (GL ’89)
Pamudji R. Kartohadiprodjo (GD ’75)
Noorsalam R. Nganro (BI ’76)
Krisdiani Syamsi (TI ’78)
Rudy Andriyana (MS ’94)
Dll.

d. Bidang Usaha Manajemen Investasi non Bank

e. Modal

f. Modal Dasar Rp 4.000.000.000,- (empat milyar rupiah)

g. Modal Disetor Minimal Rp 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah)
Nilai per Lembar Saham  Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah)
1 Lot Saham (400 Lembar Saham): senilai Rp 200.000.000,-

h. Nama dan Komposisi Pemegang Saham
1. Suryanto (MS ’65) Mewakili angkatan < 1970
2. Pamudji R. Kartohadiprodjo (GD ’75) Mewakili angkatan 1971 – 1980
3. Denni Andri (GL ’89) Mewakili angkatan 1981 – 1990
4. Achmad N. Hidayat (TK ’95) Mewakili angkatan > 1990
5. … Mewakili kelompok alumni
6. … Mewakili kelompok alumni

i. Nama Komisaris (Dilengkapi KTP)
1. Noorsalam R. Nganro (BI ’76) – Komisaris Utama
2. Krisdiani Syamsi (TI ’78) – Komisaris
3. Achmad N. Hidayat (TK ’95) – Komisaris

j. Nama Direksi (Dilengkapi KTP)
1. Denni Andri (GL ’89) – Direktur Utama
2. Pamudji R. Kartohadiprodjo (GD ’75) – Direktur
3. Rudy Andriyana (MS ’94) – Direktur

DISKUSI : (dikutip sebagian)

Denni Andri
Latar belakang, ide business synergy:
* dari kegiatan business gathering IA-ITB Jakarta, dilanjutkan dengan diskusi di milis IA-ITB
* Kopi darat pertama, selasa 28 Februari 2006, dilanjutkan pertemuan bulanan, sampai dengan saat ini
* Potensi alumni ada pada investor dan juga enterpreuner, business synergy mencoba mempertemukannya dalam sebuah wadah
Sudah bergulir, dan komitmen dana yang ada sudah mencapai 203,5 juta rupiah, dan sudah disetorkan sebesar 15 juta rupiah.

Sementara ini bergulir masih dalam bentuk forum, pada pertemuan ini diharapkan dapat ditetapkan menjadi lembaga legal formal. Beberapa pilihan sebelumnya antara koperasi dan PT, namun setelah berjalan 2 minggu dari meeting sebelumnya, business synergy diusulkan berbentuk sebuah perseroan terbatas (PT) di bidang pembiayaan/pengelola keuangan non bank. Diusulkan AD nya dapat mencakup bidang usaha yang luas, namun untuk perijinannya akan ditetapkan spesifik

Business Synergy, akan menerima investasi dalam bentuk saham (modal dasar) dan juga placement dana/investasi/reksadana, atau bekerja sama dengan lembaga keuangan lain dalam menyalurkan kreditnya.

Pak Sulis
Setuju untuk segera di buat legal formalnya, dan bentuknya adalah Perseroan Terbatas (PT). Namun untuk bidang usahanya, harus spesifik, agar focus. Di dalam perjalanannya nanti akan terlalu banyak gangguan kalo tidak focus.

Walaupun perseroan terbatas, karena berasal dari suatu komunitas tertentu ada baiknya, semangat dari oleh untuk alumni IA-ITB dideklarasikan.

Sebisa mungkin modal didepositokan, menjadi dana abadi yang aman, paling tidak  dalam satu tahun added valuenya sudah tercover. Bisa juga menjadi collateral (jaminan), pada bank tertentu
Menerima placement/obligasi (diharapkan banyak alumni yang memindahkan depositonya ke PT yang akan dibentuk ini), kuncinya harus ada personal guarantee, terutama dari nama2 senior yang mungkin lebih dikenal dan lebih mudah untuk meyakinkan, atau dibentuk steering committee.

Saham boleh diperjual belikan sesama alumni ITB.

Pak Suryanto
Setuju untuk bidang usahanya focus. Ditetapkan saja sebagai perusahaan pembiayaan non bank.

Steering committee atau apapun namanya perlu, dan dibeberapa kelompok masyarakat tertentu system ini berjalan, untuk membangun wira usaha pada komunitasnya. Akan bagus sekali kalau IA-ITB dapat juga menjalankan program ini.

Pak Pamudji
Kalau sudah dibentuk lembaganya, kebetulan ada tawaran dari BNI’46, segera bersinergi, dan perusahaan baru ini akan mendapat pemasukan dari system kerjasama penyaluran kredit ini. Kemudian dari kerja sama itu juga bisa juga dibuat SOP yang nanti bisa diadopsi untuk perusahaan yang baru nanti. Beberapa lembaga keuangan lain juga memiliki program seperti BNI, jadi system kerja sama ini dapat dikembangkan ke lembaga lain.
Program ini sudah berjalan dengan beberapa alumni dari Perguruan Tinggi yang lain, namun ITB belum. Ini adalah kesempatan yang cukup baik yang bisa dimanfaatkan untuk kemajuan wira usaha alumni ITB.

Pak Denni Andri
Akan dibentuk Perseroan Terbatas, dengan target sampai dengan akhir 2006 sudah dapat beroperasi ditangani oleh orang-orang profesioanl di bidang keuangan.

Rekan2 alumni,
Bola sudah bergulir, keraguan bahwa forum Business Synergy bisa2 dituduh bank gelap atau sulit untuk dipercayai kredibilitasnya karena lembaganya belum jelas sudah terjawab. Alternatif Perseroan Terbatas (PT) atau Koperasi bisa dijadikan pilihan.
Mohon masukan dari rekan2 atas pertemuan kami pada tanggal 3 Juni 2006 kemaren dalam notulensi tulisan sebelumnya.

Business Synergy, Let’s Dance Together….
Denni Andri

Notulensi Meeting Business Synergy
Sabtu, 3 Juni 2006
Ruang Rapat IA-ITB, Jl Surabaya 58 Jakarta
Peserta yang hadir :
1. Denni Andri (GL 89)
2. Rudy Andriyana (MS94)
3. Krisdiani Syamsi (TI78)
4. Eflin (Poltek ITB93)
5. Achmad Nuzulis Hidayat (TK95)
6. Noorsalam R. N (BI76)
7. Pamudji R. Kartohadiprodjo (GD75)
8. Subagya (TI84)
9. Suryanto (M65)
10. Muhammad Ari Mukhlason (PN99)
11. Imam Dermawan (TF97)
12. Ahmad Zaenal Abidin (EL77)
13. Teguh Pambudi (AR75)

Resume meeting :
1. Jumlah komitmen dana sebesar Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah), dari 23 orang investor yang akan menjadi setoran saham pada lembaga forum business synergy yang akan berbentuk badan hukum resmi (bisa  berbentuk perseroan terbatas atau koperasi).

Catatan :
* Nilai Satuan Investasi (nilai nominal tiap lembar saham) Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah)
* Sudah tersalurkan dana sebesar Rp XXX kepada PT. Unggul Pawenang Sentosa, sebuah perusahaan service electro-mechanical equipment (motor listrik, generator) yang beralamat di Jl. Nangka V/2 Cipete, Jakarta Selatan; A.N Anshori Wijaya TI93
* Sisa dana yang masih dalam bentuk komitmen akan disetor pada saat program ini sudah siap formal kelembagaan (legal formal)
* Mengundang secara terbuka alumni ITB lainnya menjadi pemegang saham pada lembaga dengan badan hukum resmi yang akan dibentuk.

2. Bentuk legal formal Business Synergy, menjadi Lembaga Pengelola Keuangan non Bank yang bergerak sebagai Lembaga Permodalan/Pembiayaan/Penjamin dan Konsultasi dengan bentuk-bentuk opsi sbb :
* Perseroan Terbatas dengan pemegang mayoritas saham ada di tubuh IA-ITB (atas nama)
* Perseroan Terbatas dengan pemegang saham adalah alumni ITB, dengan hak royalty/revenue kepada IA-ITB, dan tidak ada mayoritas tunggal.
* Menjadi unit divisi PT. LAPI-ITB
* Koperasi simpan pinjam alumni ITB

3. Jika berbentuk Perseroan Terbatas, maka penawaran saham lembaga keuangan non bank (business synergy) yang akan dibentuk ditawarkan secara terbuka kepada seluruh alumni ITB melalui milis IA-ITB.

4. Akan dibentuk tim perintis yang merumuskan standard sistem/rule of the game yang akan menjadi dasar2 dalam AD/ART lembaga formal yang akan dibentuk.

5. Sebagai media komunikasi adalah milis IA-ITB sebagai milis resmi yang dikelola oleh pengurus IA-ITB, dan informasi-informasi terkait dengan business synergy dapat di akses melalui blog.

6. Selanjutnya diadakan pertemuan business synergy di Bandung, tanggal 17 Juni 2006 jam 10.00 WIB bertempat di LAPI-ITB, Jl. Ganesha 15B Bandung (RUMAH B)

DISKUSI :

Denni Andri
Latar belakang, ide business synergy:
* dari kegiatan business gathering IA-ITB Jakarta, dilanjutkan dengan diskusi di milis IA-ITB
* pengalaman TAKA machinery/pribadi yang sampai sekarang dijalankan untuk membantu modal kerja para entrepreneur muda, dengan menerapkan syarat2 tertentu.
* Potensi alumni ada pada investor dan juga enterpreuner, business synergy mencoba mempertemukannya dalam sebuah wadah
Program business synergy yang sudah bergulir:
* Komitmen dana 32 juta
* Disalurkan 15 juta
Jumlah yang sangat kecil, mekanisme sudah coba digulirkan, tinggal bagaimana melibatkan potensi2 yang sangat besar yang ada

Pak Krisdiani
Bentuk business synergy, pada awalnya adalah paguyuban (komitmen), namun telah disusun tahap-tahap realisasi program sampai pembentukan lembaga formalnya, terserah apakah mau berbentuk koperasi ataupun Perseroan. Yang sudah dijalankan sampai saat ini, prinsipnya win-win solution atau no deal (bukan win-loose), dengan beberapa persyaratan debitur yang telah ditetapkan, return nya negotiable.
Berdasar pengalaman, koperasi sudah banyak, seperti KKMB di Bandung, Koperasi Ridlo Gusti atau juga koperasi alumni per angkatan. Jadi bisa didiskusikan sekarang mana yang lebih feasible untuk business synergy ini, apakah koperasi atau perseroan.

Pak Sulis
Program ini harus berbentuk formal, kalau sukarela kemungkinan bubar lebih besar. Jadi jangan terlalu lama berbentuk informal.
Jangan kelamaan menjadi OTBnya, memang sekarang butuh energi aktivasi, dan mulai dari yang kecil2 dulu.
Mengambil contoh Koperasi : Ada fund, ada anggota dan ada judge, personal guarantee, scheme nya koperasi simpan pinjam. Sebagai perbandingan :Koperasi Migas Indonesia (KMI). Ada juga sebuah koperasi di malaysia yang anggotanya lebih dari 10 ribu orang, project pembiayaan khusus teknologi, bukan support dagang, tapi business yang lebih banyak added valuenya.

Pak Noorsalam
Berbentuk formal adalah keharusan. Sebenarnya ide2 membangun entrepreneur ini di IA-ITB sudah banyak, namun seringkali manfaatnya baru terbatas dan tidak banyak. Mengenai bentuk kalau koperasi lebih fleksible, kalau PT mungkin lebih taking risk, peraturannya lebih ketat, ada regulasi perbankan, financial investmen dst.

Pak Pamudji
IA-ITB telah memiliki program penciptaan peluang kerja. Tentunya dengan banyaknya peluang kerja yang terbentuk, maka akan mengurangi masalah social. Konsep ini juga menjadi dasar program kerja pengurus IA-ITB.
Kemudian untuk workshop2 yang ada mungkin sekarang lebih ke course/training, karena masukan dari para alumni senior bahwa alumni itb sekarang sudah banyak di berbagai bidang, namun alumni yang baru lulus belum punya bekal untuk masuk ke bidang2 lain. Namun jika diberi kesempatan mampu juga menguasai bidang lain., sehingga dibuatlah training2 untuk mempersiapkan calon tenaga kerja.
Sedang untuk entrepreneur, sudah lama dirumuskan lembaga keuangan seperti apa, apakah berbentuk koperasi, BPR ? yang bergerak mengurusi ekonomi mikro dan kecil. Kebetulan ketemu sama alumni ITB (Bin Subiantoro, salah satu dir BNI) menawarkan kerjasama dengan IA-ITB. BNI sendiri telah menjalin kerjasama dengan alumni-alumni PT lain di beberapa kota dalam bentuk pembiayaan/modal. Caranya BNI berhubungan dengan sebuah forum(jembatan) forum inilah yang membimbing dan menjamin debitur.
Hubungan dengan Business synergy, ada potensi bergulir lebih besar. Kalau yang sekarang masih dalam puluhan juta, dengan melibatkan sumber dana lembaga perbankan maka potensi dana yang bisa dikelola menjadi sangat besar. Jadi segera buat badan formal.

Pak Ahmad Zaenal Abidin
Berdasarkan pengalaman saya, antara koperasi dan PT, koperasi lebih ruwet, iuran wajib sulit dilaksanakan, masalah penagihan, pembagian SHU. Diusulkan membuat Perseroan Terbatas, bisa atas nama beberapa orang atau atas nama langsung IA-ITB.
Terus bergerak dibidang apa ?? Mengusulkan sebagai lembaga penjaminan.
Atau lebih bagus menerapkan lembaga keuangan syariah, yang meliputi investasi, permodalan kerja, dan penjamin

Pak Noorsalam
Mengambil contoh LAPI-ITB, kalau mau diarahkan ke PT, jangan menjadi beban organisasi induknya (IA-ITB), modal kerjanya nggak perlu dari organisasi IA, nanti justru akan menjadi beban seterusnya. Pengurus, istilahnya menggaji diri sendiri. Saham nya mungkin boleh di atas namakan IA-ITB, tapi modal kerjanya sebenarnya juga dari alumni2 secara individu. Hanya PT yang dibentuk berhak meng-klaim merupakan program IA-ITB.
Pada awalnya bisa berbentuk konsultasi management/ konsultan investasi

Pak Krisdiani
PT ada konsekuensi tanggung renteng, apakah IA-ITB merupakan yayasan atau ormas, bisa memiliki saham?

Pak Teguh Pambudi
Program ini harus ada badan hukumnya
Selama perintisan berbentuk forum, tapi harus ada team yang commit, setelah bergulir diserahkan kepada proffesional. Sebelumnya banyak forum seperti ini namun pada akhirnya tidak menjadi apa2.
Masalah koperasi yang dianggap kurang professional, justru tantangan bahwa program ini dapat menjadi koperasi yang professional. Sudah banyak contohnya di Indonesia juga.
Ada 2 sisi program yang bisa dijalankan :
* Konsultan/judge
* Financing/penjamin

Pak Pamudji
Mengenai program penjamin/penyedia asset, bisa diumumkan kepada alumni, yang memiliki asset baik deposito, tanah/rumah, bisa dikelola oleh lembaga ini nanti.
Cuma harus ada organisasinya, business line yang jelas, professional. Jadi buatlah PT, kalau banyak peminatnya Go publik.
Mengenai IA-ITB yang bisa tercantum sebagai pemegang saham (atas nama) akan ditanyakan lebih dahulu kepada sekjen.

Pak Sulis
Kalau menjadi PT, atas nama IA-ITB, jika tidak bisa, PT atas nama individu-individu alumni, Cuma nama2 siapa yang dimunculkan disitu. Tidak perlu mayoritas tunggal.
Modal setor minimal 25%, open aja, tidak usah ditentukan dulu besaran modal kerjanya. Jika lebih dari 50 orang dikelompokkan. Jika ada masukan dari luar bisa berbentuk obligasi atai pinjaman

Pak Suryanto
Kondisi perkembangan engineering di Indonesia sangat memprihatinkan. Membutuhkan konsolidasi, teamwork, networking, solusi2 . Forum ini ada harapan, untuk membantu perkembangan bisnis engineering di Indonesia, mulai dari yang kecil menjadi besar. Program ini mungkin akan menjadi salah satu solusi bagi entrepreneur2 muda. Yang sekarang terjadi entrepreneur muda yang berani menjalani usaha ini sampai harus menggadaikan/menjual tanah mertua, tanpa ada dukungan dari siapapun.
Walaupun perlu diyakini, berani mandiri, modal gambar gajah pasti hidup. Pandai-pandailah mengkombinasikan potensi2 yang ada.
Pesan saya :
Kita ITB, kalau bisa memprioritaskan teknologi, karena pada saat ini kondisi engineering di level bawah, tidak dihargai.
Jangan lupa rule of the gamenya, sejak awal dikokohkan.

Notulensi Meeting Business Synergy
Sabtu, 8 April 2006
Ruang Meeting Merpati Airline, Jl. Angkasa Kemayoran

Peserta yang hadir :
1. Denni Andri (GL 89)
2. Rudy Andriyana (MS89)
3. Krisdiani Syamsi (TI78)
4. Rinaldi Bahri (TP78)
5. Sofyan Danu Siswantoro (MS91)
6. Eflin

Resume meeting :
1. Jumlah komitmen dana sebesar Rp 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah)

2. Hasil survey secara garis besar menunjukkan adanya tanggapan optimis, tanggapan skeptis dan tanggapan menunggu, secara umum terbagi dalam tiga kelompok lulusan.
Kelompok angkatan 90-an – sekarang : Banyak entrepreneur yang baru mulai atau sudah eksis, optimis dan berminat sebagai calon debitur
Kelompok angkatan 80 -90 an : Skeptis, pesimis, wait and see (bahkan komentar gurauan “tipuan apa lagi ini?”
Kelompok angkatan sebelum 80-an : Menunggu bola bergulir, ada yang tertarik untuk jadi kreditor/investor

3. Dibuat 3 forum, yang masing-masing dikepalai oleh seorang koordinator :
* Forum investor : Koordinator : Rinaldi Bahri (TP78)
* Forum Penilai : Koordinator : Krisdiani Syamsi (TI78)
* Forum Enterpreuner : Koordinator : Andri Fajria (FT89) –> bisa dileburkan dengan forum Business Gathering yang digagas oleh IA-ITB Jakarta

4. Misi :
* Kumpulan modal yang produktif
* Membangun Enterpreuner Alumni

5. Dimulai  menerima proposal calon debitur, dengan syarat dan kondisi sebagai berikut :
* Mengajukan proposal pembeayaan pinjaman kepada forum penilai
* Jenis pembiayaan adalah berbasis proyek, ada PO (purchase order) / SPK (Surat Perintah Kerja)
* Tenor pinjaman selama 3 bulan
* Komitmen fee masih negotiable

6. Dalam masa periode sampai pertemuan ke 4 akan dipilih bentuk awal legal program business synergy ini dengan 2 alternatif berikut :
* Pola Koperasi
* Perseroan Terbatas (PT)
Diharapkan ada masukan dari rekan2 lain di forum mailist IA-ITB.

7. Jenis Investasi:
* Investasi pokok (satuan investasi/satuan nilai saham/simpanan pokok) adalah Rp. 500.000 (lima ratus ribu rupiah)
* Setiap satuan investasi pokok akan mendapatkan satu surat investasi

8. Dibuat Scroll Account yang terdiri dari 2 nama missal antara Ketua Program dan Team Penilai.

9. Setelah dibuat account akan segera mengumpulkan komitmen dana yang sudah ada

10. Pertemuan selanjutnya akan diadakan pada hari Sabtu 6 Mei 2006 bertempat di secretariat IA ITB di Jl. Surabaya 58, Jakarta

Catatan Lain Diskusi :
Dari mas Toro :
Mesin Angkatan 91 memiliki sebuah kegiatan yang mengumpulkan modal, kemudian diinvestasikan (dana abadi) dan hasil keuntungannya digunakan untuk beasiswa. Forum semacam ini juga potensial untuk bergabung dalam program business synergy ini.

Dari mas Denni :
Dibuat format surat investasi, sebagai bukti investasi yang dapat dipindah tangankan. Dibuat target program yang agressive
Progress Payment, dan cover giro (business to business)

Dari Pak Kris :
Bersiaplah menghadapi perjalanan panjang, harus dibuat Key Performance, milestone, sedikit demi sedikit dan panjang membangun kepercayaan, kredibilitas. Perlu disusun rencana kerja yang matang. Akan saya ikuti sampai dimana program ini bisa berjalan
Follow up data list forum penilai yang sudah ada, kemudian diumumkan di milis, kemungkinan akan ada masukan dari forum milis